Selamat datang di blog Aulia.

Scrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text Generator

Senin, 28 Juli 2008

Filsafat Umum

Teori dan pemikiran Aristoteles

Aristoteles lahir di Stageira pada tahun 384 s. M dan meninggal dunia pada tahun 322 s. M, ia mencapai umur 63 tahun. Ayahnya bernama Machaon, adalah seorang dokter. Sedari kecil, Aristoteles mendapat asuhan dari ayahnya. Maka Aristoteles banyak mendapat pelajaran ilmu-ilmu alam terutama ilmu biologi dari ayahnya. Setelah ayahnya wafat, ia pergi ke Atena dan belajar pada Plato di Akademia, 20 tahun lamanya Aristoteles menjadi murid Plato. Dari Plato mendapatkan ilmu filosofi, yaitu tentang Idea. Maka ilmu alam yang dimiliki Aristoteles mempengaruhi pandangan ilmiah dan pandangan filosofinya. Ia mengakui hakikat segala sesuatu bukan pada keadaan bendanya, tapi pada pengertian adanya. Idea itu tidak terlepas dari sesuatu yang nyata.
Pemikiran Aristoteles lebih realis dari pemikiran Plato yang selalu didasarkan pada sesuatu yang abstrak. Aristoteles berfikir tentang segala sesuatu yang konkrit atau nyata. Lalu mengumpulkan fakta-fakta dan di susun menurut jenis atau sifatnya dalam suatu sisitim. Setelah itu dihubungkan satu dengan yang lainnya. Tetapi buku-buku yang dikarangnya hnaya membahas permasalahn itu satu-satu, termasuk permasalahan tentang etika dan negara.

Etika
 Etika Aristoteles hampir sama dengan Sokrates dan Plato, tujuannya yaitu untuk mencapai kebahagiaan dalam kehidupan, menuju kepada kebaikan yang dicapai oleh manusia sesuai dengan jenis laki-laki atau perempuan, dearjat, kedudukan maupun pekerjaannya. Mencapai kebaikan untuk kebahagiaan.
Untuk mencapai kebahagiaan haruslah memiliki budi pikiran dan budi pekerti yang baik, maka etikalah yang mendidik manusia untuk memiliki sikap atau perbuatan yang pantas. Budi pikiran pada manusia yaitu, kebijaksanaan, kecerdasan, dan pendapat yang sehat. Menurut Aristoteles, sikap yang baik harus berada diantara sikap yang buruk, yaitu sikap berani antara pengecut dan nekat, suka memberi antara kikir dan boros, rendah hati antara berjiwa lembut dan sombong, dan hati terbuka antara pendiam dan banyak bicara. Maka manusia perlu memiliki budi yang baik agar bisa menguasai diri. Menurut Aristoteles, keadilan dan persahabatan adalah budi yang menjadi dasar hidup bersama dalam keluarga dan negara.

Negara
 Menurut Aristoteles, etika baru akan sempurna dilakukan di dalam Negara, karena jika dilakukan sendiri-sendiri tidak akan terlakasana dengan baik, karena manusia adalah makhluk sosial. Hubungan manusia dengan Negara adalah sbagian untuk seluruh. Negara bertujuan untuk mencapai keselamatan bagi penduduknya. Kewajiban Negara yaitu mendidik rakyat untuk berpendirian tetap, berbudi baik dan berusaha dengan sebaik-baiknya. Aristoteles berpendapat, ada tiga macam bentuk tata Negara.

1.Monarki atau basileia
2.Aristokrasi, yaitu pemerintahan oleh orang-orang yang sedikit jumlahnya.
3.Politeia atau menurut etika Aristoteles disebut “timokrasi” yaitu pemerintahan berdasarkan kekuasaan seluruh rakyat, yang sekarang disebut “demokrasi”

Menurut Aristoteles, demokrasi lebih rendah dari aristokrasi, karena rakyat mudah ditipu, maka hak memilih lebih baik dibatasi hanya untuk orang-orang yang pandai saja. Yang lebih baik yaitu gabungan antara aristokrasi dan demokrasi.


Filasafat Skolastik

Kata skolastik berasal dari kata school yaitu sekolah (pendidikan). Sejak gereja (agama keristen) berkuasa, peranan filsafat sangat kecil. Pada saat itu, pendidikan diserahkan pada tokoh-tokoh gereja yang dikenal dengan “The Scholstics”, maka masa ini disebut denagn masa skolastik. Para fillsuf aliran skolastik menerima doktrin gereja sebagai pandangan filosofisnya, dengan memberikan pembenaran apa yang diterima dari gereja secara rasional.
Masa skolastik terbagi menjadi tiga periode :
1. Periode skolastik awal (800-1200)
Tokoh Filsuf skolastik awal yaitu :
 Peter Abaelardus (1079-1180), berpendapat bahwa akal dapat menundukkan kekuatan iman. Iman harus lebiih dulu dari pada akal. Apa yang telah disetujui atau diterima oleh akal. Apa yang telah disetujui atau diterima oleh akal harus diterima.

2. Periode skolastik puncak (1203-1280)
Masa skolastik merupakan masa kejayaan skolastik, masa ini juga disebut juga masa berbunga, tokohnya yaitu :

 Albertus Magnus (1203-1280), ia adalah guru Thomas Aquinas, ia mengajarkan filsafat Aristoteles. Dalam pandangan – pandangan filsafat Aristoteles disamakan dengan ajaran keristen, maka filsafat Aristoteles tidak berbahaya untuk iman kaum keristen, mereka sengaja menghilangkan unsur-unsur dari Ibnu Rusyd dengan menerjemahkan langsung kebahasaan latinnya.

 Thomas Aquinas (1225-1274), lahir di Roccasecca Italia. Ayahnya ialah pangeran Landruf dan Aquino, orangtuanya adalah orang keristen katolik yang saleh. Thomas dikirim belajar ke Universitas Paris, ia belajar selama tiga tahun (1245-1248). Disini ia berkenalan dengan Albertus Magnus. Thomas Aquinas telah menerima pemikiran Aristoteles sebagai otorotas tertinggi tentang pemikiran yang logis dari Albertus Magnus. Menurut pendapatnya, semua kebenaran berasal dari Tuhan. Kebenaran diungkapkan dengan jalan yang berbeda, sedangkan Iman berjalan diluar jangkauan pemikiran. Thomas Aquianas berhasil membuktikan bahwa ajaran Aristoteles sangat mepengaruhi seluruh perkembangan skolastik, dengan menerbitkan sebuah buku “Summa Theologiae”.

3. Periode skolastik akhir (1300-1450)
Skolastik akhir ditandai dengan rasa jemu terhadap filsafat sebagai dasar dari pemikiran, sehingga terjadi stagnasi, tokohnya yaitu:

• William Ockham (1285-1349), William Ockham adalah seorang pastur Ordo Fransiskus berkebangsaan Inggris dan seorang filsuf dari Ockham desa kecil, di surrey. Menurut pendapatnya, pikiran manusia hanya dapat mengatakan barang-barang atau kejadian-kejadian individual. Konsep-konsep atau kesimpulan – kesimpulan umum tentang alam hanya merupakan abstraksi buatan tanpa kenyataan. Pemikiran yan demikian dapat dilalui hanya melalui intuisi bukan melalui logika. Ia membantah anggapan skolastik bahwa logika dapat membuktikan doktrin teologis.

• Nicolas Cusasus (1401-1464), Nicolas berpendapat, ada dua cara untuk mengenal filsafat lewat indera, yaitu akal dan intuisi. Dengan akal kita akan mendapatkan bentuk-bentuk pengertian yang abstrak berdasarkan pada sajian atau tangkapan indera. Dengan intuisi inilah diharapkan akan sampai pada kenyataan, yaitu suatu tempat dimana segala sesuatu bentuknya menjadi larut, yaitu Tuhan.
Pemikiran Nicolaus ini sebagai upaya mempersatukan seluruh pemikiran abad pertengahan, yang dibuat ke suatu sintesis yang lebih luas. Sintesis ini tersirat suatu pemikiran para humanis.


Zaman Renaissance
Zaman renaissance muncul setelah abad pertengahan terakhir pada abad ke-15. secara etimologi Renaissance berasal dari bahasa Latin yaitu kata -re berarti kembali dan naitre berarti lahir. Maka kata Renaissance dapat diartikan sebagai masa peralihan antara abad pertengahan ke abad modern yang ditandai dengan lahirnya berbagai kreasi baru yang diilhami oleh kebudayaan Eropa Klasik (Yunani dan Romawi) yang lebih bersifat duniawi.
Menurut pendapat para ahli sejarah, Renaissance awalnya dimulai di Italia. Hal ini disebabkan narena setelah runtuhnya Romawi Barat tahun 476M, Italia mengalami kemunduran, kota-kota pelabuhan menjadi sepi. Selama abad 8-11 perdagangan di laut Tengah dikuasai oleh pedagang muslim. Renaissance berkembang akibat pengaruh dari kaum borjuis juga karena peranan golongan Humanisme. Golongan Humanisme adalah sekelompok orang yang mengabdikan hidupnya untuk mempelajari dan mendalami buku-buku karya Pusataka Klasik antara lain buah pikiran Sokrates, Plato dan para filsuf Yunani yang lain. Kaum Humanis terdiri dari sastrawan, seniman, ahli agama/teologi. guru kaum borjuis, orator (ahli pidato) dan sebagainya.
Tokoh-tokohnya dari Italia yaitu :
 Leonardo da Vinci (15 April1452-2 Mei 1519)
Leonardo Lahir di kota Vinci, propinsi Firenze, Italia. Ayahnya bernama Ser Piero Da Vinci dan Ibunya bernama Caterina. Leonardo adalah seorang arsitek, musisi, pencipta, pematung, dan pelukis Renaisans Italia. Ia digambarkan sebagai arketipe "manusia Renaisans" dan sebagai jenius universal. Pada usia muda, beliau sudah belajar malukis pada Andre del Verrocchio dan mulai melukis di Firenze.
Dalam hidupnya Leonardo sangat tertarik pada ilmu pengetahuan. Ia mulai mempelajari burung terbang dan mulai merancang mesin terbang. Pemikirannya itu terdapat dalam buku catatannya sebanyak 7.000 halaman. Di dalam buku itu juga terdapat sketsa tentang studi tubuh manusia. Pada zaman itu, anatomi tubuh manusia tak lebih dari sekedar kira-kira, karena siapapun dilarang keras membedah jenazah. Dengan kenekatannya mencuri kesempatan membedah tubuh orang mati, dan di kemudian hari tindakannya ini memberikan kontribusi yang sangat besar bagi dunia kedokteran.
Mahakaryanya yaitu jamuan terakhir (The Last Supper) pada tahun 1495-1497 dilukis pada dinding biara Santa Maria di Milan. Lukisan terkenal lainnya adalah Monalisa yang kini terdapat dimusium Louvre Paris.

 Michelangelo Buanorroti (6 Maret 1475-18 Februari 1519)
Michaelangelo adalah seorang pelukis, pemahat, pujangga dan arsitek zaman Renaissance, ia terkenal dengan sumbangannya studi anatomi di dalam Seni rupa. Karyanya yang terbaik adalah patung David, Pieta dan, Fresko di langit-langit Sistine’s Chapel. Patung Pieta adalah sebuah patung marmer yang terletak di Basilika Santo Petrus di Roma, Italia. Patung itu menggambarkan tubuh Yesus di pelukan ibunya yaitu Maria, setelah penyaliban Yesus.

Tokoh dari Belanda, yaitu :
 Niccolo Machiavelli (3 Mei 1469-21 Juni 1527)
Machiavelli lahir tahun 1469 di Florence, Italia. Ayahnya, seorang ahli hukum, tergolong anggota famili terkemuka, tetapi tidak begitu berada. Selama masa hidup Machiavelli berada pada saat puncak-puncaknya Renaissance Italia. Machiavelli adalah seorang diplomat dan politikus Italia dan juga seorang filsuf. Pada umur 29 tahun, Machiavelli memperoleh kedudukan tinggi di pemerintahan sipil Florence. Selama empat belas tahun sesudah itu dia mengabdi kepada Republik Florentine dan terlibat dalam pelbagai missi diplomatik atas namanya, melakukan perjalanan ke Perancis, Jerman,.
Tahun 1512, Republik Florentine digulingkan dan penguasa Medici kembali memegang kekuasaan, Machiavelli dipecat dari posisinya, dan di tahun berikutnya dia ditahan atas tuduhan terlibat dalam komplotan melawan penguasa Medici. Dia disiksa tetapi tetap bertahan menyatakan tidak bersalah dan akhirnya dibebaskan pada tahun itu juga. Sesudah itu dia pensiun dan berdiam di sebuah perkebunan kecil di San Casciano tidak jauh dari Florence.
Selama empat belas tahun sesudah itu, dia menulis beberapa buku, dua diantaranya yang paling masyhur adalah The Prince, (Sang Pangeran) ditulis tahun 1513, dan The Discourses upon the First Ten Books of Titus Livius (Pembicaraan terhadap sepuluh buku pertama Titus Livius). Diantara karya-karya lainnya adalah The art of war (seni berperang), A History of Florence (sejarah Florence) dan La Mandragola (suatu drama yang bagus, kadang-kadang masih dipanggungkan orang). Tetapi, karya pokoknya yang terkenal adalah The Prince (Sang Pangeran), mungkin yang paling brilian yang pernah ditulisnya dan memang paling mudah dibaca dari semua tulisan filosofis. Mchiavelli menikah dan punya enam anak. Dia meninggal dunia tahun 1527 pada umur 58.

Senin, 21 Juli 2008

Filsafat Umum

Lima Filsuf Yunani

  1. Heraklitos

Heraklitos hidup pada 540-475 SM, merupakan filsuf Yunani terbesar sebelum Socrates. Heraklitos berpendapat, yang abadi adalah perubahan itu ssendiri. Hakekat kebenaran adalah perubahan. Yang abadi adalah perubahan itu sendiri dan realita di alam selalu berubah, tidak ada yang tetap (api sebagai simbol perubahan di alam).

Pemikirannya :

Heraklitos berfikir bagaimana memahami proses atau jalan kehidupan secara benar , Heraklitos mengatakan ‘Segala sesuatu berubah, kecuali perubahan itu sendiri'. Pemikiran Herklitos 25 abad yang lalu telah mengalami mite-mite dan menjadi azas pemikiran modern yang melihat perubahan sebagai realitas, yang harus diantisipasi dengan cara-cara terbaik agar manusia survive dan unggul dalam proses perubahan itu, dan akhirnya manusia sendirilah yang menjadi sumber perubahan. Sumber energi itulah perubahan itulah disebut logos, yang diartikan sebagai akal pikiran dan hukum semesta yang menguasai sesuatu.

  1. Socrates

Socrates merupakan filsuf Yunani, yang hidup pada 470 SM-399 SM. Socrates adalah filsuf dari dari Athena, Yunani dan merupakan salah satu figur tradisi filosofis Barat yang paling penting. Socrates lahir di Athena, dan merupakan generasi pertama dari tiga ahli filsafat besar dari Yunani, yaitu Socrates, Plato dan Aristoteles. Socrates adalah yang mengajar Plato, dan Plato pada gilirannya juga mengajar Aristoteles.

Socrates diperkirakan berprofesi sebagai seorang ahli bangunan (stone mason) untuk mencukupi hidupnya. Penampilan fisiknya pendek dan tidak tampan, akan tetapi karena pesona, karakter dan kepandaiannya ia dapat membuat para aristokrat muda Athena saat itu untuk membentuk kelompok yang belajar kepadanya.

Pemikirannya :


Pemikirannya Socrates adalah tentang etika atau filsafat moral dan juga filsafat secara umum. Salah satu catatan Plato yang terkenal adalah Dialogue, yang isinya berupa percakapan antara dua orang pria tentang berbagai topik filsafat. Socrates percaya bahwa manusia ada untuk suatu tujuan, dan bahwa salah dan benar memainkan peranan yang penting dalam mendefinisikan hubungan seseorang dengan lingkungan dan sesamanya.

Socrates percaya bahwa pemerintahan yang ideal harus melibatkan orang-orang yang bijak, yang dipersiapkan dengan baik, dan mengatur kebaikan-kebaikan untuk masyarakat. Ia juga dikenang karena menjelaskan gagasan sistematis bagi pembelajaran mengenai keseimbangan alami lingkungan, yang kemudian akan mengarah pada perkembangan metode ilmu pengetahuan.

  1. Plato

Plato merupakan filsuf Yunani, yang lahir pada tahun 427 SM. Ia berasal dari keluarga kelas bangsawan Athena. Ia lahir ditengah-tengah bergolaknya perang Peloponesian. Ia mengagumi Sokrates, seorang filsuf yang dihukum mati karena idealisme yang dipegangnya.

Dalam kehidupannya, Plato selalu rajin menulis, hampir seluruh tulisan Plato adalah berupa dialog. Ia memakai Sokrates dalam mengemukakan pandangan-pandangannya.

Pemikirannya :

Pemikiran Plato mendeskripsikan tentang hidup yang baik. Sebelumnya, dapat kita pahami bagaimana Plato mendefinisikan apa itu realitas? Pemikiran ini tertuang dalam ajarannya tentang idea-idea. Perumpamaan yang coba digambarkan Plato adalah mempergunakan “ceritera tentang gua”. Dengan perumpamaan itu, Plato berusaha memperlihatkan bahwa kebenaran umum masih jauh dari kenyataan sebenarnya. Hal inilah yang merangsang kita untuk berfikir kembali bahwa manusia harus bebas dari belenggu-belenggu yang menyertainya. Plato berpendapat bahwa realitas yang sebenarnya bukanlah pengalaman inderawi belaka (melihat, mendengar, merasakan, mencium, menggigil, dll). Melainkan, realitas inderawi hanyalah cerminan dari realitas materi. Maka, realitas itu bersifat rohani dan ia menyebutnya sebagai Idea.

  1. Phytagoras

Phytagoras merupakan filsuf Yunani, yang hidup pada 582 SM- 496 SM. Pythagoras dan murid-muridnya percaya bahwa segala sesuatu di dunia ini berhubungan dengan matematika, dan merasa bahwa segalanya dapat diprediksikan dan diukur dalam siklus beritme. Ia percaya keindahan matematika disebabkan segala fenomena alam dapat dinyatakan dalam bilangan-bilangan atau perbandingan bilangan.

Pemikirannya :

Pemikirannya phytagoras ialah bilangan, Dikenal sebagai "Bapak Bilangan", dia memberikan sumbangan yang penting terhadap filsafat dan ajaran keagamaan pada akhir abad ke-6 SM. Kehidupan dan ajarannya tidak begitu jelas akibat banyaknya legenda dan kisah-kisah buatan mengenai dirinya. Salah satu peninggalan Phytagoras yang terkenal adalah teorema Pythagoras, yang menyatakan bahwa kuadrat hipotenusa dari suatu segitiga siku-siku adalah sama dengan jumlah kuadrat dari kaki-kakinya (sisi-sisi siku-sikunya). Walaupun fakta di dalam teorema ini telah banyak diketahui sebelum lahirnya Pythagoras, namun teorema ini dikreditkan kepada Pythagoras karena ia lah yang pertama membuktikan pengamatan ini secara matematis.

  1. Aristoteles

Aristoteles merupakan filsuf Yunani, murid dari Plato dan guru dari Alexander yang Agung. Bersama dengan Socrates dan Plato, ia dianggap menjadi seorang di antara tiga orang filsuf yang paling berpengaruh di pemikiran Barat.

Aristoteles lahir di Stagira, kota di wilayah Chalcidice, Thracia, Yunani (dahulunya termasuk wilayah Makedonia tengah) tahun 384 SM. Ayahnya adalah tabib pribadi Raja Amyntas dari Makedonia. Pada usia 17 tahun, Aristoteles bergabung menjadi murid Plato. Belakangan ia meningkat menjadi guru di Akademi Plato di Athena selama 20 tahun. Aristoteles meninggalkan akademi tersebut setelah Plato meninggal, dan menjadi guru bagi Alexander dari Makedonia. Saat Alexander berkuasa di tahun 336 SM, ia kembali ke Athena. Dengan dukungan dan bantuan dari Alexander, ia kemudian mendirikan akademinya sendiri yang diberi nama Lyceum, yang dipimpinnya sampai tahun 323 SM.

Pemikirannya :

Pemikirannya yaitu tentang logika, juga metafisika, fisika, etika, politik, kedokteran dan ilmu alam.

Di bidang ilmu alam, ia merupakan orang pertama yang mengumpulkan dan mengklasifikasikan spesies-spesies biologi secara sistematis. Karyanya ini menggambarkan kecenderungannya akan analisa kritis, dan pencarian terhadap hukum alam dan keseimbangan pada alam.

Logika Aristoteles adalah suatu sistem berpikir deduktif (deductive reasoning), yang bahkan sampai saat ini masih dianggap sebagai dasar dari setiap pelajaran tentang logika formal. Meskipun demikian, dalam penelitian ilmiahnya ia menyadari pula pentingnya observasi, eksperimen dan berpikir induktif (inductive thinking).

Di bidang politik, Aristoteles percaya bahwa bentuk politik yang ideal adalah gabungan dari bentuk demokrasi dan monarki.

Karena luasnya lingkup karya-karya dari Aristoteles, maka dapatlah ia dianggap berkontribusi dengan skala ensiklopedis, dimana kontribusinya melingkupi bidang-bidang yang sangat beragam sekali seperti fisika, astronomi, biologi, psikologi, metafisika (misalnya studi tentang prisip-prinsip awal mula dan ide-ide dasar tentang alam), logika formal, etika, politik, dan bahkan teori retorika dan puisi.

Kamis, 17 Juli 2008

Filsafat Umum

Makna dari Filsafat

Awal timbulnya filsafat yaitu dari ketakjuban orang Yunani terhadap alam semesta ini. Maka timbullah pertanyaan-pertanyaan dari sikap heran akan alam semesta, bila berfikir untuk menemukan jawaban itu maka akan dipertanyakan lagi dan lagi, karena masih banyak keraguan yang ada pada jawaban tersebut, pemikiran secara mendalam itulah yang disebut berfilsafat. Filsafat berasal dari bahasa Yunani, yaitu philosophia dan philosophos. Philosophia berasal dari kata philos dan sophia, sedangkan philosophos berasal dari kata philos dan sophos.

a. Pengertian Philos,shopos, philein, dan sophia.

· Poedjawijatna mengatakan, dalam bahsa Yunani, kata Philosophia merupakan kata majemuk dari kata philos dan sophia. Philos arinya cinta, dalam makna luasnya berusaha mencapai yang diinginkan. Sophia artinya kebjaikan atau pandai, dalam makna luasnya mecapai kepandaian. Jadi philosophia memiliki makna cinta kebajikan
· M. Rasjidi dan Harifudin Cawidu mengatakan, filsafat berasal dari bahasa Yunani, yaitu dari kata philosophia yang asal katanya philo atu philein yang memiliki makna pengetahuan, kebijaksanaan (hukum atau wisdom). Jadi philosophia memiliki arti kebijaksanaan.
· Harun Nasution mengatakan, kata fisafat bukan berasal dari struktur kata philos dan sophia, philos dan sophos atau philosophein. Tetapi berasal dari bahasa Yunani yang berasal dari kata philein yang berarti cinta dan shopos yang berarti wisdom.
· Ali Mudhafir mengatakan, Kata filsafat berasal dari bahsa Arab, philosophy berasal dari basa Inggris, philosophies berasal dari bahas Jerman, Belanda, dan Perancis. Tapi semua itu berasal dari bahasa Yunani yaitu kata philosophia yaitu dari kata philein, philos, sophos, dan sophia. Philein berarti mencintai, philos berarti teman, sophos berarti bijaksana dan sophia bertarti kebijaksanaan. Jadi istilah filsafat memiliki dua pengertian, yang berbeda. Pertama dari asal kata philein dan sophos dengan arti mencintai hal-hal yang bersifat bijaksana (filsafat sebagai kata sifat). Kedua dari kata philos dan sophia dengan arti teman kebijaksanaan (filsafat sebagai kata benda).

b. Fungsi belajar filsafat sebagai akademisi.

Filsafat memiliki tujuan, yaitu menjawab permasalahan-permasalahan yang ada di alam semesta ini, juga “apa” yang menjadi tujuan hidup manusia melalui pemikiran yang mendalam. Pemikiran-pemikiran secara fisafati sangat dibutuhkan oleh kita sebagai mahasiswa, karena jika memecahkan suatu masalah harus melalui pemikiran yang mendalam, berisikan sumber-sumber yang jelas dan bersikap kritis, tetapi mampu mempertanggung jawabkannya. Maka segala keputusan dari pengalaman-penglaman yang kita ambil tidak akan sia-sia, sudah di fikirkan masak-masak baik buruknya dan konsekuensi yang harus kita ambil.

Selasa, 15 Juli 2008

Filsafat Umum

Teori Sigmund Freud dan Abraham Maslow.

Filsafat adalah suatu usaha untuk memahami makna dan nilai dalam duniawi dengan berfikir. Proses dari “manusia” ke “manusia seutuhnya” yaitu manusia yang menggunakan akal fikirnya untuk mencari jawaban permasalahan hidupnya, karena keingintahuan manusia yang begitu besar itulah yang menyebabkan filsafat itu ada. Filsafat dan Psikologi itu berkaitan karena psikologi berasal dari filsafat . Dapat dicontohkan pada tokoh psikologi yaitu Sigmund Freud dan Abraham Maslow.

a. Sigmund Freud

Sigmund Freud adalah tokoh psikologi yang produktif, karena tidak hanya ahli pada bidang psikologi tetapi juga dalam bidang kedokteran dan seni. Dalam tulisannya “Studies in Histeria” menandai berdirinya aliran psikoanalisa yang berisi ide-ide dan diskusi tentang tekhnik terapi, Freud juga menjalankan praktek sebagai ahli syaraf.

Pemikiran Freud yaitu “mind” (aspek kesadaran) dibagi menjadi tiga, yaitu :

  1. Consciousness : bagian yang memiliki kontak langsung dengan realitas.
  2. Preconsciousness : berperan sebagai jembatan antara consciousness dan unconsciousness yang berisi ingatan atau ide yang dapat di ingat kembali kapan saja.
  3. Unconsciousness : aspek kesadaran yang paling dominan dan yang paling penting dalam menentukan perilaku manusia.

Freud mengembangkan struktur mind dengan mengembangkan “mind apparatus” yang dikenal dengan struktur kepribadian Freud, dan konstruksinya yang terpenting yaitu id, ego dan super ego.

§ Id : yaitu struktur kepribadian yang paling mendasar, dan bekerja menurut kesenangan dengan tidak disadari yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dengan segera.

§ Ego : yaitu struktur kepribadian yang berkembang dari Id, mengontrol kesadaran dan mengambil keputusa oleh perilaku manusia.

§ Super ego : yaitu struktur kepribadian yang merefleksikan dan menyadarkan individu atas tuntutan moral. Struktur ini berkembang dari ego ketika manusia mengerti nilai baik dan buruk juga moral.

Dari penjelasan di atas, sangat jelas adanya kaitan psikologi dengan filsafat, karena Sigmund Freud berfikir dengan cara berfilsafat. Dapat dilihat dalam pemikirannya, yaitu mind dan konstruksinya Id, Ego,dan Super ego. Id dan Ego dimiliki oleh hewan, karena Id memiliki tujuan untuk meenuhi kepuasa dengan segera, tidak difikirkan dahulu. Sedangkan Ego yang mengontrolnya hanya dengan perasan yang dimiliki. Super ego dimiliki oleh manusia, karena paham terhadap nilai-nilai social dan sadr akan tuntutan moral. Super egolah yang membawa “manusia” kearah “manusia yang seutuhnya, nilai-nilai sosial yang digunakan melalui akalnya berusaha untuk merubah dirinya menjadi lebih baik.

b. Abraham Maslow

Abraham Maslow adalah seorang psikolog, ia mengemukakan teori hirarki kebutuhan dari keingintahuannya akan kebutuhan manusia. Dari cara berfikir filsafatnya, Maslow beranggapan bahwa kunci dari segalanya aktifitas manusia adalah keinginannya untukl memuaskan kebutuhan yang muncul. Teori Hirarki disusun menjadi lima jenis kebutuhan, yaitu :

  1. kebutuhan fisiologis(physiological needs) : yaitu kebutuhanyang paling mendasar seperti, oksigen, air, makan, tidur, buang hajat, dan seks.
  2. Kebutuhan adalah rasa amn dan kepastian (safety and security needs) : yaitu bentuk mencari tempat perlindungan seperti membangun prifacy individual, jaminan financial melalui asuransi dana pensiun dan lain sebagainya.
  3. kebutuhan akan cinta dan hubungan antar manusia (love and belonging needs) : yaitu kebutuhan yang menginginkan persahabatan dan lebih bersifat pribadi, seperti mencari kekasih atau memiliki anak.
  4. kebutuhan akan pengharagaan dan pengakuan (estem needs) : Maslow membagi level ini menjadi dua tipe, yaitu tipe bahwah dan tipe atas. Tipe bawah meliputi kebutuhan akan penghargaan dari orang lain, status, perhatian, reputasi, kebanggan diri dan kemasyuran. Sedangkan tipe atas terdiri dari pengharggan diri sendiri, kebebasan, kecakapan, keterampilan, dan kemampuan khusus (spesialisasi)
  5. aktualisasi diri (self actualization needs) : yaitu untuk mendapat gambaran jelas terhadap pribadi yang beraktualisasi diri. Indikasi-indikasi karakteristik pribadi-pribadi yang telah beraktualisasi menurut Maslow, yaitu :

· Memusatkan diri pada realitas (reality centered)

· Memusatkan diri pada masalah (problem contered)

· Spontanitas

· Otonomi pribadi

· Penerimaan terhadap diri dan orang lain

· Rasa humor yang tidak agresif

· Kerendahan hati dan menghargai orang lain

· Apresiasi yang segar

· Memiliki pengalaman spiritual

Seperti penjelasan di atas menurut saya manusia itu seperti yang Maslow sebutkan, yaitu memiliki jenis-jenis yang tersusun

1. Kebutuhan fisiologis, yaitu kebutuhan mendasar dari fisiologis manusia. Contoh : makan, merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi, jika perut yang lapar tidak segera diisi maka manusia cendrung melepaskan kebutuhan lain yaitu kebutuhan rasa aman ketika ia mencuri untuk memenuhi kebutuhan fisologisnya.

2. Kebutuhan rasa aman dan kepastian, setelah kebutuhan fisiologisnya terpenuhi mencari kebutuhan ini, perlindungan untuk dirinya agar ia bertahan hidup seperti, asuransi dan pensiun.

3. Kebutuhan akan cinta dan rasa memiliki, setelah kebutuhan kedua terpenuhi maka menginginkan cinta dari persahabatan, kekasih atau anak maupun orang tua. Karena berkasih sayang merupakan kenyamanan dalam hidup.

4. Penghargan dan pengakuan, dibagi menjadi dua tipe yaitu tipe bawah dan tipe atas. Tipe bawah adalah penghargaan dari orang lain, kebanggaan diri sendiri dan orang lain. Itu juga kebutuhan manusia untuk memuaskan batinnya. Tipe atas kebalikan dari tipe bawah yaitu menemukan kebanggan diri dari diri sendiri, tidak memerlukan pujian orang lain, maka kita akan tetap percaya diri walaupun orang lain memandang rendah.

5. Kebutuhan aktualisasi diri, dapat dilihat dari karakteristik pribadi. Jika dari sembilan karakter yang disebutkan oleh Maslow tidak dapat dipenuhi semuanya jangan terlalu dikhawatirkan karena menjadi diri sendiri lebih baik.