Selamat datang di blog Aulia.

Scrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text Generator

Selasa, 15 Juli 2008

Filsafat Umum

Teori Sigmund Freud dan Abraham Maslow.

Filsafat adalah suatu usaha untuk memahami makna dan nilai dalam duniawi dengan berfikir. Proses dari “manusia” ke “manusia seutuhnya” yaitu manusia yang menggunakan akal fikirnya untuk mencari jawaban permasalahan hidupnya, karena keingintahuan manusia yang begitu besar itulah yang menyebabkan filsafat itu ada. Filsafat dan Psikologi itu berkaitan karena psikologi berasal dari filsafat . Dapat dicontohkan pada tokoh psikologi yaitu Sigmund Freud dan Abraham Maslow.

a. Sigmund Freud

Sigmund Freud adalah tokoh psikologi yang produktif, karena tidak hanya ahli pada bidang psikologi tetapi juga dalam bidang kedokteran dan seni. Dalam tulisannya “Studies in Histeria” menandai berdirinya aliran psikoanalisa yang berisi ide-ide dan diskusi tentang tekhnik terapi, Freud juga menjalankan praktek sebagai ahli syaraf.

Pemikiran Freud yaitu “mind” (aspek kesadaran) dibagi menjadi tiga, yaitu :

  1. Consciousness : bagian yang memiliki kontak langsung dengan realitas.
  2. Preconsciousness : berperan sebagai jembatan antara consciousness dan unconsciousness yang berisi ingatan atau ide yang dapat di ingat kembali kapan saja.
  3. Unconsciousness : aspek kesadaran yang paling dominan dan yang paling penting dalam menentukan perilaku manusia.

Freud mengembangkan struktur mind dengan mengembangkan “mind apparatus” yang dikenal dengan struktur kepribadian Freud, dan konstruksinya yang terpenting yaitu id, ego dan super ego.

§ Id : yaitu struktur kepribadian yang paling mendasar, dan bekerja menurut kesenangan dengan tidak disadari yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dengan segera.

§ Ego : yaitu struktur kepribadian yang berkembang dari Id, mengontrol kesadaran dan mengambil keputusa oleh perilaku manusia.

§ Super ego : yaitu struktur kepribadian yang merefleksikan dan menyadarkan individu atas tuntutan moral. Struktur ini berkembang dari ego ketika manusia mengerti nilai baik dan buruk juga moral.

Dari penjelasan di atas, sangat jelas adanya kaitan psikologi dengan filsafat, karena Sigmund Freud berfikir dengan cara berfilsafat. Dapat dilihat dalam pemikirannya, yaitu mind dan konstruksinya Id, Ego,dan Super ego. Id dan Ego dimiliki oleh hewan, karena Id memiliki tujuan untuk meenuhi kepuasa dengan segera, tidak difikirkan dahulu. Sedangkan Ego yang mengontrolnya hanya dengan perasan yang dimiliki. Super ego dimiliki oleh manusia, karena paham terhadap nilai-nilai social dan sadr akan tuntutan moral. Super egolah yang membawa “manusia” kearah “manusia yang seutuhnya, nilai-nilai sosial yang digunakan melalui akalnya berusaha untuk merubah dirinya menjadi lebih baik.

b. Abraham Maslow

Abraham Maslow adalah seorang psikolog, ia mengemukakan teori hirarki kebutuhan dari keingintahuannya akan kebutuhan manusia. Dari cara berfikir filsafatnya, Maslow beranggapan bahwa kunci dari segalanya aktifitas manusia adalah keinginannya untukl memuaskan kebutuhan yang muncul. Teori Hirarki disusun menjadi lima jenis kebutuhan, yaitu :

  1. kebutuhan fisiologis(physiological needs) : yaitu kebutuhanyang paling mendasar seperti, oksigen, air, makan, tidur, buang hajat, dan seks.
  2. Kebutuhan adalah rasa amn dan kepastian (safety and security needs) : yaitu bentuk mencari tempat perlindungan seperti membangun prifacy individual, jaminan financial melalui asuransi dana pensiun dan lain sebagainya.
  3. kebutuhan akan cinta dan hubungan antar manusia (love and belonging needs) : yaitu kebutuhan yang menginginkan persahabatan dan lebih bersifat pribadi, seperti mencari kekasih atau memiliki anak.
  4. kebutuhan akan pengharagaan dan pengakuan (estem needs) : Maslow membagi level ini menjadi dua tipe, yaitu tipe bahwah dan tipe atas. Tipe bawah meliputi kebutuhan akan penghargaan dari orang lain, status, perhatian, reputasi, kebanggan diri dan kemasyuran. Sedangkan tipe atas terdiri dari pengharggan diri sendiri, kebebasan, kecakapan, keterampilan, dan kemampuan khusus (spesialisasi)
  5. aktualisasi diri (self actualization needs) : yaitu untuk mendapat gambaran jelas terhadap pribadi yang beraktualisasi diri. Indikasi-indikasi karakteristik pribadi-pribadi yang telah beraktualisasi menurut Maslow, yaitu :

· Memusatkan diri pada realitas (reality centered)

· Memusatkan diri pada masalah (problem contered)

· Spontanitas

· Otonomi pribadi

· Penerimaan terhadap diri dan orang lain

· Rasa humor yang tidak agresif

· Kerendahan hati dan menghargai orang lain

· Apresiasi yang segar

· Memiliki pengalaman spiritual

Seperti penjelasan di atas menurut saya manusia itu seperti yang Maslow sebutkan, yaitu memiliki jenis-jenis yang tersusun

1. Kebutuhan fisiologis, yaitu kebutuhan mendasar dari fisiologis manusia. Contoh : makan, merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi, jika perut yang lapar tidak segera diisi maka manusia cendrung melepaskan kebutuhan lain yaitu kebutuhan rasa aman ketika ia mencuri untuk memenuhi kebutuhan fisologisnya.

2. Kebutuhan rasa aman dan kepastian, setelah kebutuhan fisiologisnya terpenuhi mencari kebutuhan ini, perlindungan untuk dirinya agar ia bertahan hidup seperti, asuransi dan pensiun.

3. Kebutuhan akan cinta dan rasa memiliki, setelah kebutuhan kedua terpenuhi maka menginginkan cinta dari persahabatan, kekasih atau anak maupun orang tua. Karena berkasih sayang merupakan kenyamanan dalam hidup.

4. Penghargan dan pengakuan, dibagi menjadi dua tipe yaitu tipe bawah dan tipe atas. Tipe bawah adalah penghargaan dari orang lain, kebanggaan diri sendiri dan orang lain. Itu juga kebutuhan manusia untuk memuaskan batinnya. Tipe atas kebalikan dari tipe bawah yaitu menemukan kebanggan diri dari diri sendiri, tidak memerlukan pujian orang lain, maka kita akan tetap percaya diri walaupun orang lain memandang rendah.

5. Kebutuhan aktualisasi diri, dapat dilihat dari karakteristik pribadi. Jika dari sembilan karakter yang disebutkan oleh Maslow tidak dapat dipenuhi semuanya jangan terlalu dikhawatirkan karena menjadi diri sendiri lebih baik.

Tidak ada komentar: