Selamat datang di blog Aulia.

Scrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text GeneratorScrolling Glitter Text Generator

Senin, 21 Juli 2008

Filsafat Umum

Lima Filsuf Yunani

  1. Heraklitos

Heraklitos hidup pada 540-475 SM, merupakan filsuf Yunani terbesar sebelum Socrates. Heraklitos berpendapat, yang abadi adalah perubahan itu ssendiri. Hakekat kebenaran adalah perubahan. Yang abadi adalah perubahan itu sendiri dan realita di alam selalu berubah, tidak ada yang tetap (api sebagai simbol perubahan di alam).

Pemikirannya :

Heraklitos berfikir bagaimana memahami proses atau jalan kehidupan secara benar , Heraklitos mengatakan ‘Segala sesuatu berubah, kecuali perubahan itu sendiri'. Pemikiran Herklitos 25 abad yang lalu telah mengalami mite-mite dan menjadi azas pemikiran modern yang melihat perubahan sebagai realitas, yang harus diantisipasi dengan cara-cara terbaik agar manusia survive dan unggul dalam proses perubahan itu, dan akhirnya manusia sendirilah yang menjadi sumber perubahan. Sumber energi itulah perubahan itulah disebut logos, yang diartikan sebagai akal pikiran dan hukum semesta yang menguasai sesuatu.

  1. Socrates

Socrates merupakan filsuf Yunani, yang hidup pada 470 SM-399 SM. Socrates adalah filsuf dari dari Athena, Yunani dan merupakan salah satu figur tradisi filosofis Barat yang paling penting. Socrates lahir di Athena, dan merupakan generasi pertama dari tiga ahli filsafat besar dari Yunani, yaitu Socrates, Plato dan Aristoteles. Socrates adalah yang mengajar Plato, dan Plato pada gilirannya juga mengajar Aristoteles.

Socrates diperkirakan berprofesi sebagai seorang ahli bangunan (stone mason) untuk mencukupi hidupnya. Penampilan fisiknya pendek dan tidak tampan, akan tetapi karena pesona, karakter dan kepandaiannya ia dapat membuat para aristokrat muda Athena saat itu untuk membentuk kelompok yang belajar kepadanya.

Pemikirannya :


Pemikirannya Socrates adalah tentang etika atau filsafat moral dan juga filsafat secara umum. Salah satu catatan Plato yang terkenal adalah Dialogue, yang isinya berupa percakapan antara dua orang pria tentang berbagai topik filsafat. Socrates percaya bahwa manusia ada untuk suatu tujuan, dan bahwa salah dan benar memainkan peranan yang penting dalam mendefinisikan hubungan seseorang dengan lingkungan dan sesamanya.

Socrates percaya bahwa pemerintahan yang ideal harus melibatkan orang-orang yang bijak, yang dipersiapkan dengan baik, dan mengatur kebaikan-kebaikan untuk masyarakat. Ia juga dikenang karena menjelaskan gagasan sistematis bagi pembelajaran mengenai keseimbangan alami lingkungan, yang kemudian akan mengarah pada perkembangan metode ilmu pengetahuan.

  1. Plato

Plato merupakan filsuf Yunani, yang lahir pada tahun 427 SM. Ia berasal dari keluarga kelas bangsawan Athena. Ia lahir ditengah-tengah bergolaknya perang Peloponesian. Ia mengagumi Sokrates, seorang filsuf yang dihukum mati karena idealisme yang dipegangnya.

Dalam kehidupannya, Plato selalu rajin menulis, hampir seluruh tulisan Plato adalah berupa dialog. Ia memakai Sokrates dalam mengemukakan pandangan-pandangannya.

Pemikirannya :

Pemikiran Plato mendeskripsikan tentang hidup yang baik. Sebelumnya, dapat kita pahami bagaimana Plato mendefinisikan apa itu realitas? Pemikiran ini tertuang dalam ajarannya tentang idea-idea. Perumpamaan yang coba digambarkan Plato adalah mempergunakan “ceritera tentang gua”. Dengan perumpamaan itu, Plato berusaha memperlihatkan bahwa kebenaran umum masih jauh dari kenyataan sebenarnya. Hal inilah yang merangsang kita untuk berfikir kembali bahwa manusia harus bebas dari belenggu-belenggu yang menyertainya. Plato berpendapat bahwa realitas yang sebenarnya bukanlah pengalaman inderawi belaka (melihat, mendengar, merasakan, mencium, menggigil, dll). Melainkan, realitas inderawi hanyalah cerminan dari realitas materi. Maka, realitas itu bersifat rohani dan ia menyebutnya sebagai Idea.

  1. Phytagoras

Phytagoras merupakan filsuf Yunani, yang hidup pada 582 SM- 496 SM. Pythagoras dan murid-muridnya percaya bahwa segala sesuatu di dunia ini berhubungan dengan matematika, dan merasa bahwa segalanya dapat diprediksikan dan diukur dalam siklus beritme. Ia percaya keindahan matematika disebabkan segala fenomena alam dapat dinyatakan dalam bilangan-bilangan atau perbandingan bilangan.

Pemikirannya :

Pemikirannya phytagoras ialah bilangan, Dikenal sebagai "Bapak Bilangan", dia memberikan sumbangan yang penting terhadap filsafat dan ajaran keagamaan pada akhir abad ke-6 SM. Kehidupan dan ajarannya tidak begitu jelas akibat banyaknya legenda dan kisah-kisah buatan mengenai dirinya. Salah satu peninggalan Phytagoras yang terkenal adalah teorema Pythagoras, yang menyatakan bahwa kuadrat hipotenusa dari suatu segitiga siku-siku adalah sama dengan jumlah kuadrat dari kaki-kakinya (sisi-sisi siku-sikunya). Walaupun fakta di dalam teorema ini telah banyak diketahui sebelum lahirnya Pythagoras, namun teorema ini dikreditkan kepada Pythagoras karena ia lah yang pertama membuktikan pengamatan ini secara matematis.

  1. Aristoteles

Aristoteles merupakan filsuf Yunani, murid dari Plato dan guru dari Alexander yang Agung. Bersama dengan Socrates dan Plato, ia dianggap menjadi seorang di antara tiga orang filsuf yang paling berpengaruh di pemikiran Barat.

Aristoteles lahir di Stagira, kota di wilayah Chalcidice, Thracia, Yunani (dahulunya termasuk wilayah Makedonia tengah) tahun 384 SM. Ayahnya adalah tabib pribadi Raja Amyntas dari Makedonia. Pada usia 17 tahun, Aristoteles bergabung menjadi murid Plato. Belakangan ia meningkat menjadi guru di Akademi Plato di Athena selama 20 tahun. Aristoteles meninggalkan akademi tersebut setelah Plato meninggal, dan menjadi guru bagi Alexander dari Makedonia. Saat Alexander berkuasa di tahun 336 SM, ia kembali ke Athena. Dengan dukungan dan bantuan dari Alexander, ia kemudian mendirikan akademinya sendiri yang diberi nama Lyceum, yang dipimpinnya sampai tahun 323 SM.

Pemikirannya :

Pemikirannya yaitu tentang logika, juga metafisika, fisika, etika, politik, kedokteran dan ilmu alam.

Di bidang ilmu alam, ia merupakan orang pertama yang mengumpulkan dan mengklasifikasikan spesies-spesies biologi secara sistematis. Karyanya ini menggambarkan kecenderungannya akan analisa kritis, dan pencarian terhadap hukum alam dan keseimbangan pada alam.

Logika Aristoteles adalah suatu sistem berpikir deduktif (deductive reasoning), yang bahkan sampai saat ini masih dianggap sebagai dasar dari setiap pelajaran tentang logika formal. Meskipun demikian, dalam penelitian ilmiahnya ia menyadari pula pentingnya observasi, eksperimen dan berpikir induktif (inductive thinking).

Di bidang politik, Aristoteles percaya bahwa bentuk politik yang ideal adalah gabungan dari bentuk demokrasi dan monarki.

Karena luasnya lingkup karya-karya dari Aristoteles, maka dapatlah ia dianggap berkontribusi dengan skala ensiklopedis, dimana kontribusinya melingkupi bidang-bidang yang sangat beragam sekali seperti fisika, astronomi, biologi, psikologi, metafisika (misalnya studi tentang prisip-prinsip awal mula dan ide-ide dasar tentang alam), logika formal, etika, politik, dan bahkan teori retorika dan puisi.

Tidak ada komentar: